Berkah Sedekah. Anak Selamat Dari Penculikan


Kisah ini adalah pengalaman pribadi dari Bp Ahmad Abdul Mujib, pengarang buku "The Seven Potential Blasts." Buku ini sekitar tahun 2010 kami dapatkan di toko buku Palasari Bandung. Mungkin juga bisa anda dapatkan di toko buku terdekat atau toko buku online. Dan cerita ini kami  sadur dari buku tersebut. Semoga bisa diambil hikmahnya.


Tanggal 28 Agustus 2007 adalah hari ulang tahun anak sulung perempuan kami yang ke-5. Hari itu aku sendiri yang berbelanja ke pasar, membeli bahan-bahan untuk kue ulang tahun anak kami. Layaknya orang tua yang lain, kami pun ingin membahagiakan anak kami di hari ulang tahunnya. Meski pada ulang tahun kali ini, kami tidak mengundang kerabat dan teman-temannya. Isteriku tetap ingin membuatkan si sulung kesayangan kami kue black forest. 

Kemudian sehari setelah perayaan ulang tahun si sulung, terjadi sebuah peristiwa yang membuat kami tak henti-hentinya memuji kebesaran Allah swt.

Pagi hari seperti biasa isteriku berbelanja kepada seorang ibu pedagang sayur yang biasa berkeliling. Lalu isteriku bershadaqah dua potong kue black forest sisa ulang tahun kemarin kepada ibu tua itu. Kami memang berusaha membiasakan diri untuk tidak melewatkan hari tanpa shadaqah, meskipun hanya dengan sepiring nasi atau uang seribu rupiah. Hampir setiap hari aku mengingatkan isteriku agar ia jangan sampai tidak shadaqah.

Sore harinya, seperti biasa puteri sulung kami berangkat dari rumah ke sekolah TPA ( Taman Pendidikan Al-Qur’an) selepas dia bersekolah di Taman Kanak-Kanak (TK). Kami mengajarkan kepada anak-anak kami kemandirian dan kebebasan bereksplorasi. Sehingga berangkat sekolah pun, si sulung jarang di antar jemput, bahkan ia selalu ingin berangkat sendirian. Bagi kami hal itu bukan masalah, lagi pula letak TK dan TPA tidak jauh dari rumah kami, hanya dipisahkan oleh satu blok rumah tetangga.

Namun rupanya sore itu terjadi sesuatu hal yang tak biasa. Di tengah perjalanan menuju TPA, tiba2 ada seorang bapak yang tak dikenal menyapa dan mendekati puteri kami. Anak kami diiming-imingi uang seribu rupiah. Terbujuk oleh iming-iming bapak misterius itu lalu puteri kami di bawanya ke rumah kosong yang sepi.

Pada saat yang bersamaan, isteriku ke luar rumah untuk suatu keperluan dan melewati rumah kosong tersebut. Awalnya isteriku tidak menduga bahwa puteri kamilah yang bersama si bapak misterius berjaket hitam di rumah kosong itu. Namun setelah isteriku mendekat, sontak isteriku sadar, anak perempuan itu ternyata anak kami..! Rupanya pria misterius itu terkejut melihat ada orang yang datang. Lalu dengan tergesa-gesa pria itu cepat-cepat menunggangi sepeda motornya lalu tancap gas kuat-kuat, kabur dari tempat itu.

Isteriku masih belum lepas ketakutannya, membayangkan kalau saja ia tidak ada keperluan, maka ia tidak akan lewat ke tempat itu pada waktu yang tepat. Dan jika ia telat datang ke tempat itu sebentar saja, maka bisa dipastikan puteri tercinta kami akan dibawa kabur oleh orang jahat, dan entah bagaimana rasanya kami membayangkan mau diapakan puteri kami jika ia benar-benar diculik.

Sungguh betapa menegangkan.. namun akhirnya atas kehendak Allah SWT pula puteri kami terhindar dari bala’ dunia yang menakutkan.

Ya Allah, betapa Engkau menyayangi kami, biarpun kami bershadaqah hanya dengan dua potong kue sisa. Engkau ganti dengan menyelamatkan anak kami dari bala dizalimi makhluk. Sedikit kue ulang tahun milik anak kami yang kami shadaqahkan menjadi ashab kifarat (tebusan) bagi dirinya terhindar dari sebuah musibah.

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.." (QS Al Baqarah : 245)

---

Bila tertarik membaca artikel amalan pembuka pintu rezeki ayat seribu dinar bisa dengan mengunjungi tautan berikut ini : Amalan-Amalan Pembuka Pintu Rezeki


Image Source : Detik.com
 

Amalan Pembuka Pintu Rezeki Ayat Seribu Dinar Copyright © 2011-2014 | Powered by Blogger